Krisis Dokter Spesialis, Nias Beri Beasiswa Pendidikan Lanjut
Garda Media – Krisis dokter spesialis menjadi tantangan utama yang dihadapi Kepulauan Nias saat ini dalam pemenuhan tenaga medis. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, mengungkap bahwa wilayah tersebut membutuhkan setidaknya 21 dokter spesialis, baik di bidang dasar maupun penunjang, untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Dari lima rumah sakit yang ada, hanya satu rumah sakit yang memiliki dokter spesialis lengkap,” ujar Faisal pada Jumat (16/5). Krisis dokter spesialis ini menyebabkan pelayanan kesehatan di Nias belum optimal dan berisiko terhadap keselamatan pasien, terutama dalam kasus-kasus kegawatdaruratan.
Sebagai langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggagas program beasiswa pendidikan dokter spesialis khusus bagi putra-putri daerah asal Nias. Program ini akan bekerja sama dengan dua universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Simak Juga: 10 Ikan Favorit Orang Indonesia Mengandung Merkuri Tinggi”
“Alhamdulillah, hari ini Pak Gubernur sudah menandatangani MoU dengan USU dan UGM sebagai tempat pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri Nias,” jelas Faisal. Program ini sejalan dengan inisiatif Presiden Prabowo dan Gubernur Bobby Nasution yang mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga medis di daerah tertinggal.
Program pendidikan dokter spesialis ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli 2025. Untuk memastikan para dokter lulusan nantinya tetap mengabdi di daerah asal, pemerintah menerapkan sistem kontrak kerja selama 15 tahun, yang disepakati melalui surat perjanjian.
“Kita minta agar mereka kerasan (betah) tinggal di sana. Oleh karena itu, hanya putra-putri daerah yang kita prioritaskan agar memiliki ikatan emosional dan komitmen mengabdi,” tambah Faisal.
Masalah kekurangan dokter bukan hanya berdampak pada kualitas layanan, tapi juga pada keselamatan jiwa. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyoroti kondisi kesehatan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), termasuk Kepulauan Nias. Ia menyebutkan bahwa masih sering terjadi kasus kematian ibu akibat minimnya dokter spesialis, khususnya obgyn (kandungan).
Di Nias sendiri, hanya ada empat dokter obgyn, dan dalam satu kasus, seorang ibu meninggal dunia karena harus menempuh perjalanan empat jam menuju fasilitas kesehatan. Ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya distribusi tenaga medis yang merata.
Dengan adanya program beasiswa ini, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, Nias tidak lagi kekurangan dokter spesialis. Kehadiran tenaga medis lokal yang kompeten akan membawa perubahan besar dalam kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, juga menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis.
Langkah ini bukan hanya solusi jangka pendek, tapi juga investasi jangka panjang demi masa depan layanan kesehatan yang lebih merata dan manusiawi di Kepulauan Nias.
“Baca Juga: Minum Matcha Berlebihan? Hati-Hati Dampaknya bagi Tubuh!”
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) tengah mengebut penyelesaian revitalisasi infrastruktur medis di kawasan Padang Bulan untuk menopang…
Garda Media, Medan - Gelombang prestasi mahasiswa USU Medan menunjukkan lonjakan signifikan pada tahun akademik 2024/2025, dengan total 57 penghargaan…
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini tengah menggenjot implementasi program kesehatan kampus untuk menciptakan ekosistem akademik…
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) kini mempercepat laju transformasi digitalnya setelah berhasil naik 4 tingkat dalam pemeringkatan…
Garda Media, Medan - Data terbaru yang dirangkum dari laporan resmi biro kemahasiswaan menunjukkan lonjakan signifikan 23 persen pada perolehan…
Garda Media - Angka prevalensi hipertensi di Sumatera Utara yang mencapai lebih dari 30 persen berdasarkan data Riskesdas 2023 menjadi…
This website uses cookies.