Menjelang Pemilihan Rektor, Isu Politik Uang Mencuat di USU
Garda Media – Menjelang pemilihan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) yang dijadwalkan 2 Oktober 2025, isu politik uang semakin ramai diperbincangkan. Isu ini muncul seiring dengan meningkatnya suhu politik internal kampus yang memang selalu menghangat setiap kali pemilihan rektor digelar.
Tim Jaringan Jurnalis Investigasi Sumatera (JJIS), Senin (8/9/2025), memperoleh informasi adanya dugaan peran beberapa akademisi sebagai “operator” yang menyalurkan dana kompensasi demi memengaruhi suara.
Menurut sumber internal, nilai dana kompensasi disebut mencapai Rp50 juta hingga Rp300 juta untuk satu suara. Uang itu diduga diberikan agar para anggota Senat Akademik (SA) mengarahkan pilihannya mendukung kandidat tertentu, khususnya agar masuk tiga besar dalam proses pemilihan rektor USU nanti. Praktik ini, jika benar adanya, tentu mencederai nilai demokrasi dan integritas akademik di kampus.
Salah satu nama yang disebut adalah Muhammad Romi Syahputra, Kepala Prodi Matematika sekaligus Anggota Senat Akademik FMIPA. Ia dituding sebagai pihak yang menyalurkan dana kompensasi atas arahan Rektor USU, MA. Namun, kepada tim JJIS, Romi membantah keras tudingan tersebut. “Saya berani bersumpah tidak tahu menahu soal adanya isu itu. Masalah pemilihan terserah masing-masing mau memilih siapa,” ujarnya.
Nama lain yang disebut adalah Muhammad Anggia Muchtar, Anggota Senat Akademik di Fasilkom-TI. Ia juga membantah terlibat, bahkan menyebut tuduhan itu fitnah. “Dari mana itu informasinya. Saya bisa tuntut itu,” katanya dengan nada tinggi melalui telepon.
Meski kedua akademisi yang disebut telah membantah, sumber JJIS menyebut kabar ini sudah menyebar luas di lingkungan USU. Bahkan, menurut sumber yang sama, ada sejumlah pihak yang mengaku telah menerima dana kompensasi tersebut. Kondisi ini membuat suasana kampus penuh dengan spekulasi dan perdebatan.
Banyak kalangan menilai, jika isu ini tidak ditangani dengan serius, reputasi USU sebagai institusi pendidikan bisa tercoreng. Sebagian dosen juga menekankan pentingnya transparansi dan independensi dalam pemilihan rektor agar hasilnya benar-benar lahir dari pertimbangan akademik, bukan dari kekuatan uang.
Pemilihan rektor seharusnya menjadi momentum untuk memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa kampus maju. Namun, isu politik uang yang berhembus justru menimbulkan keraguan akan integritas proses tersebut. Tinggal menunggu bagaimana langkah resmi pihak USU dalam merespons isu sensitif ini, agar kepercayaan civitas akademika tetap terjaga.
“Simak Juga: Pink Alami Infeksi E. Coli Saat Liburan, Apa Saja Gejalanya?”
Gardamedia USU - Universitas Sumatera Utara (USU) Medan sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Indonesia menjadi rumah bagi…
Gardamedia USU - Aktivitas kampus yang padat di USU Medan memunculkan beberapa isu kesehatan mahasiswa kampus yang menjadi perhatian penting…
Garda Media - inovasi riset unggulan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kini menarik perhatian publik karena mampu menghadirkan solusi inovatif…
Garda Media - Aktivitas mahasiswa yang jadi pusat perhatian di kampus USU Medan kini memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kualitas…
Garda Media - Rindu kampus usu medan kerap melanda para mahasiswa saat masa liburan tiba. Suasana kampus yang penuh aktivitas,…
Gardamedia USU - Update berita kampus usu selalu menjadi perhatian banyak mahasiswa dan masyarakat sekitar Medan karena berbagai informasi seputar…
This website uses cookies.