PUSHAM USU Soroti Kasus Najwa di Kamboja, Ungkap Indikasi Kartel TPPO di Sumut
Garda Media – PUSHAM USU menyoroti kasus yang menimpa Najwa, warga Sumut yang menjadi korban TPPO dan meninggal dunia di Kamboja. Menurut PUSHAM USU, kasus ini hanyalah puncak gunung es dari banyaknya korban TPPO yang berasal dari Sumatera Utara.
“Kasus Najwa menunjukkan masif dan sistematisnya perdagangan orang yang menjerat warga Sumut. Ini hanya satu dari sekian banyak kasus yang dibawa ke luar negeri melalui jaringan terorganisir,” ujar Direktur PUSHAM USU, Alwi Dahlan Ritonga.
Alwi menegaskan bahwa praktik perdagangan orang tidak mungkin berjalan tanpa adanya jaringan kriminal yang bekerja sama dengan sistem resmi negara. Salah satu titik rawan yang disorot adalah pintu keluar-masuk warga melalui instansi imigrasi.
“Kami mendesak Polda Sumut dan Kejati Sumut untuk serius mengusut dugaan keterlibatan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan dalam jaringan perdagangan orang. Paspor dan izin keluar-masuk dari Bandara Kualanamu merupakan tanggung jawab kantor ini. Investigasi harus transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Menurut PUSHAM USU, TPPO bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Negara berkewajiban melindungi setiap warganya dari kejahatan kemanusiaan ini, bukan justru membiarkan atau bahkan melibatkan aparat dalam praktik busuk tersebut.
“Kasus-kasus seperti ini tidak boleh berulang. Kita tidak mau ada anak-anak muda Sumut menjadi korban lagi. Penindakan terhadap jaringan kriminal serta oknum aparat yang terlibat harus menjadi prioritas penegak hukum,” lanjut Alwi.
Fenomena TPPO yang melibatkan warga Sumut menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perekrutan tenaga kerja dan proses pemberangkatan ke luar negeri. Banyak korban dijanjikan pekerjaan layak dengan gaji tinggi, namun kenyataannya justru terjebak dalam eksploitasi, penyiksaan, bahkan berakhir tragis seperti yang dialami Najwa.
PUSHAM USU menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak awal, termasuk memperketat pengawasan biro jasa tenaga kerja, memperkuat kerja sama antarinstansi, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang modus-modus perdagangan orang.
“Perlindungan terhadap warga negara, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak muda, harus menjadi prioritas utama. Tanpa keberpihakan negara, tragedi seperti Najwa akan terus berulang,” tutup Alwi.
“Simak Juga: Survei Ungkap 30% Remaja Alami Gangguan Mental, IDAI Dorong Deteksi Dini”
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) tengah mengebut penyelesaian revitalisasi infrastruktur medis di kawasan Padang Bulan untuk menopang…
Garda Media, Medan - Gelombang prestasi mahasiswa USU Medan menunjukkan lonjakan signifikan pada tahun akademik 2024/2025, dengan total 57 penghargaan…
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini tengah menggenjot implementasi program kesehatan kampus untuk menciptakan ekosistem akademik…
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) kini mempercepat laju transformasi digitalnya setelah berhasil naik 4 tingkat dalam pemeringkatan…
Garda Media, Medan - Data terbaru yang dirangkum dari laporan resmi biro kemahasiswaan menunjukkan lonjakan signifikan 23 persen pada perolehan…
Garda Media - Angka prevalensi hipertensi di Sumatera Utara yang mencapai lebih dari 30 persen berdasarkan data Riskesdas 2023 menjadi…
This website uses cookies.