Senat Akademik USU Tolak Diskusi Korupsi Muryanto Amin, Pusat Desak Figur Progresif Maju
Garda Media – Maraknya pemberitaan mengenai dugaan korupsi yang melibatkan Rektor USU, Muryanto Amin, sempat mengusik jalannya pemilihan rektor. Namun, dalam rapat yang digelar Jumat (12/9/2025) di Gedung Digital Learning, Senat Akademik USU memutuskan untuk tidak mengaitkan isu tersebut dengan proses pemilihan.
“Kita jangan terpengaruh kabar soal korupsi itu. Kalau pun ada, biar nanti diusut setelah pemilihan rektor. Kita punya cara sendiri untuk memilih rektor USU,” ujar Ketua Senat Akademik, Budi Agustono, seperti disampaikan salah seorang anggota senat.
Budi, guru besar Fakultas Ilmu Budaya yang dikenal dekat dengan Muryanto, disebut berperan aktif menggiring senat agar tetap mendukung pencalonan sahabatnya. Ia juga menepis kabar adanya praktik politik uang, termasuk isu tiga guru besar yang diduga menerima dana dari Muryanto.
“Simak Juga: Papua Barat Darurat Kusta, Desakan Bentuk Tim Investigasi Menguat”
Tekanan publik sebenarnya cukup kuat agar Senat mendiskualifikasi Muryanto. Sang rektor petahana disebut-sebut menerima aliran dana dari kasus korupsi proyek jalan yang melibatkan jaringan Bobby Nasution. Ia juga kerap terlibat politik praktis dengan menjadi konsultan politik Bobby pada dua pilkada di Sumatera Utara, sebuah tindakan yang dilarang bagi ASN.
Meski demikian, Muryanto Amin tetap percaya diri. Ia berhasil membangun basis kuat sejak awal, termasuk dengan menempatkan banyak pendukung di Senat Akademik.
Saat ini, Senat Akademik beranggotakan 112 orang, mayoritas dikabarkan pro-Muryanto. Selain itu, ia juga mendapat dukungan dari Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan, yang menjabat Ketua Majelis Wali Amanat USU.
Agus dikenal dekat dengan Muryanto dan Bobby Nasution. Ia bahkan disebut memainkan peran penting dalam mengamankan dukungan politik untuk Bobby pada Pilkada Medan 2020 dan Pilkada Sumut 2024.
Dengan komposisi ini, peluang Muryanto melaju ke periode kedua dinilai cukup besar. Apalagi, Majelis Wali Amanat juga akan melibatkan suara tambahan dari Gubernur Sumut, Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi, serta suara rektor petahana.
Peta dukungan ini tak bisa dilepaskan dari jaringan politik nasional. Muryanto, Agus, Bobby Nasution, dan Luhut Binsar Pandjaitan berada dalam lingkaran pro-Jokowi. Kelompok ini diyakini sedang menyiapkan basis kekuatan di Sumut untuk mendukung Gibran Rakabuming pada Pilpres 2029, sekaligus mengamankan posisi Bobby pada Pilkada 2029.
Kelompok ini juga disebut berseberangan dengan kubu Prabowo Subianto, mirip dengan misi yang tengah digerakkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Di sisi lain, kabar berkembang bahwa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, mulai enggan mendukung Muryanto. Brian dikabarkan berharap muncul calon rektor progresif dengan citra bersih, integritas tinggi, dan pemikiran maju.
Namun, harapan itu bisa pupus jika Senat Akademik tetap hanya mengajukan kandidat yang dekat dengan kelompok Muryanto. Strategi ini sedang diatur agar tiga besar calon yang diajukan ke Majelis Wali Amanat tetap terkendali oleh lingkaran mereka.
Jika nantinya ada calon progresif berhasil masuk tiga besar, peluang Muryanto bisa terancam. Hal ini karena Mendikti Saintek memegang kekuatan suara hingga 35 persen di tahap akhir pemilihan.
Pemilihan tahap Senat dijadwalkan berlangsung 25 September 2025 di USU, sementara pemilihan final di Majelis Wali Amanat digelar 2 Oktober 2025 di Jakarta. Hasil akhirnya akan menjadi penentu apakah Muryanto mampu mempertahankan posisinya atau kalah oleh calon baru yang lebih independen.
“Baca Juga: Apple Rilis iOS 26, Ini Daftar iPhone yang Dapat Update!”
Informasi ini bersumber dari KajianBerita. Maraknya pemberitaan mengenai dugaan korupsi yang melibatkan Rektor USU, Muryanto Amin, sempat mengusik jalannya pemilihan rektor. Simak ulasan lengkapnya di GardaMedia.
|Penulis: Lukman Azhari
|Editor: Anna Hidayat
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara kini tengah bertransformasi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia setelah berhasil mempertahankan akreditasi Unggul…
Garda Media, Medan - Tahun 2024 menandai momentum bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, di mana serapan dana…
Garda Media - Data terbaru dari Unit Kesehatan Mahasiswa (UKM) menunjukkan bahwa angka kunjungan siswa yang melaporkan gejala kelelahan akademik…
Garda Media - Menyusuri jejak karya gemilang di tanah Sumatera, Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil membukukan setidaknya 157 penghargaan tingkat…
Garda Media, Medan - Tren pendaftaran beasiswa di Universitas Sumatera Utara menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 25% pada tahun ajaran 2023/2024…
Garda Media - Data internal yang berhasil kami rangkum menunjukkan fenomena menarik di lingkungan Universitas Sumatera Utara, di mana mahasiswa…
This website uses cookies.