Bangga! 5 Mahasiswa Psikologi USU Lolos International Summer Course CICP di UGM
Garda Media – Lima mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi USU berhasil meraih pendanaan untuk mengikuti program International Summer Course. Program tersebut bertajuk “Beyond Boundaries: Reflection and Forward Looking Into Psychology and Culture”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Centre for Indigenous and Cultural Psychology (CICP), Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), bekerja sama dengan The Indonesian Psychocultural Consortium (KPI), sebagai bagian dari peringatan 15 tahun berdirinya CICP.
Program berlangsung secara daring dari 17 Juli hingga 8 Agustus 2025, dan dirancang untuk menggali lebih dalam aspek psikologi budaya yang selama ini masih jarang diangkat dalam kurikulum psikologi konvensional.
“Baca Juga: Legenda Tangkuban Perahu, Kisah Cinta Terlarang yang Membentuk Gunung”
Kelima mahasiswa Psikologi USU yang menerima pendanaan adalah Janice Wijaya, Yusria Amaliah, Yuni Hikmah, Chrestella Adelaide Ghozali, dan Shelly Epaginta Br Ginting. Mereka dinyatakan lolos setelah UGM melakukan seleksi berdasarkan Curriculum Vitae (CV) berbahasa Inggris yang dikumpulkan para pendaftar. Informasi mengenai program ini awalnya disebarkan oleh dosen pengampu melalui grup kelas, yang kemudian diikuti oleh proses pendaftaran dan pengiriman berkas seleksi.
Program summer course ini terdiri dari tiga modul utama: lintas batas budaya, metodologi riset psikologi budaya, serta isu-isu kontemporer dalam kajian indigenous psychology. Kegiatan dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Inggris melalui platform eLOK UGM, dan diikuti peserta dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Filipina, dan Malaysia.
Para peserta mendapat pembelajaran dari akademisi internasional, termasuk dari Denmark, Italia, dan Australia. Materi yang disampaikan mencakup topik seperti dekolonisasi studi budaya, polikulturalisme, serta pendekatan pendidikan nonkekerasan berbasis nilai-nilai lokal.
Chrestella Adelaide Ghozali, salah satu peserta dari USU, mengaku sangat antusias terhadap materi yang dibahas. Ia merasa terinspirasi oleh kehadiran narasumber ternama seperti Dr. Gaston Bacquet (University of Glasgow) dan Assoc. Prof. Rogelia Pe-Pua (University of New South Wales), tokoh penting dalam perkembangan indigenous psychology di Filipina.
“Setelah ikut program ini, saya jadi punya ide untuk riset skripsi dan bahkan independent study. Saya juga ingin membagikan ilmu yang saya dapat ke teman-teman di kampus,” ujarnya.
Chrestella juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain agar tak ragu mengambil peluang. “Exposure sebesar apa pun tidak akan berarti kalau kita sendiri tidak percaya diri. Yang penting adalah keberanian untuk mencoba,” katanya.
Partisipasi mahasiswa USU dalam program ini membuktikan bahwa peluang akademik global bisa diraih siapa saja. Pengalaman ini diharapkan memicu semangat mahasiswa lain untuk menjelajahi kajian psikologi dari perspektif budaya dan lokalitas. Hal ini sekaligus membangun koneksi lintas negara yang memperkaya wawasan akademik dan pribadi.
“Simak Juga: Kapan Sebaiknya Minum Kolagen? Ini Kata Pakar”
Garda Media, Medan - Data terbaru yang dirangkum dari laporan resmi biro kemahasiswaan menunjukkan lonjakan signifikan 23 persen pada perolehan…
Garda Media - Angka prevalensi hipertensi di Sumatera Utara yang mencapai lebih dari 30 persen berdasarkan data Riskesdas 2023 menjadi…
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara kini tengah bertransformasi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia setelah berhasil mempertahankan akreditasi Unggul…
Garda Media, Medan - Tahun 2024 menandai momentum bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, di mana serapan dana…
Garda Media - Data terbaru dari Unit Kesehatan Mahasiswa (UKM) menunjukkan bahwa angka kunjungan siswa yang melaporkan gejala kelelahan akademik…
Garda Media - Menyusuri jejak karya gemilang di tanah Sumatera, Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil membukukan setidaknya 157 penghargaan tingkat…
This website uses cookies.