Inovasi Pangan: Dosen Farmasi USU Latih Warga Brastagi Membuat Yogurt Wortel
Garda Media – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar kegiatan penting Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini bertema “Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Yogurt Wortel sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi dan Gizi Masyarakat Desa Rumah Berastagi”. Kegiatan ini berlangsung di Jambur Taras, Desa Rumah Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (5/8/2025).
Acara ini dipimpin Emil Salim, Ph.D., Apt. bersama tim dosen, Dr. T. Ismanelly Hanum, Yuandani, Ph.D., Apt., dan Hafid Syahputra, M.Si., Apt., serta mahasiswa dari program S1, S2, dan S3 Ilmu Farmasi USU.
Dalam penyampaian materi, Emil Salim menjelaskan bahwa yogurt mengandung bakteri baik yang bermanfaat untuk pencernaan, daya tahan tubuh, dan kesehatan tulang. Penambahan wortel memperkaya kandungan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.
“Simak Juga: Dunia Peringati 80 Tahun Bom Atom Hiroshima, Isu Nuklir Kembali Menguat”
“Yogurt wortel bisa menjadi solusi gizi sekaligus peluang usaha rumah tangga,” ujarnya. Emil menekankan bahwa inovasi ini dapat membantu memanfaatkan sisa panen wortel yang tak terjual karena bentuk atau ukurannya tidak sesuai standar pasar.
Dr. T. Ismanelly Hanum membawakan materi “Bisnis dan Kewirausahaan: Yogurt Wortel, Peluang Sehat-Peluang Usaha dari Rumah”. Ia mengajak 27 peserta, yang mayoritas ibu PKK, untuk melihat potensi produk ini sebagai usaha rumahan.
“Bahan baku mudah didapat, prosesnya sederhana, dan belum banyak pesaing di pasaran. Ini peluang yang sangat menjanjikan,” jelasnya.
Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Setelah itu, materi edukasi diberikan secara interaktif, disertai video pembuatan yogurt wortel sebagai panduan awal.
Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk praktik langsung, mulai dari persiapan bahan, sterilisasi alat, hingga proses fermentasi. Pelatihan ini dipandu langsung oleh dosen dan mahasiswa, menciptakan suasana aktif dengan banyak diskusi dan tanya jawab.
Sebagai penutup, dilakukan penilaian kelompok terbaik berdasarkan kreativitas, kekompakan, dan kualitas yogurt yang dihasilkan.
Sesi evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Banyak peserta mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk menambah wawasan gizi, tetapi juga membuka peluang usaha baru.
Salah satu ibu PKK menyampaikan, “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan dengan ide inovatif lainnya, misalnya pelatihan membuat kue dari lobak atau olahan pangan lokal lainnya.”
Dengan kegiatan ini, Fakultas Farmasi USU tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
“Baca Juga: Ketika Saraf Terjepit di Leher Menyerupai Migrain, Ini Penjelasan Ahli Ortopedi”
Garda Media, Medan - Data terbaru yang dirangkum dari laporan resmi biro kemahasiswaan menunjukkan lonjakan signifikan 23 persen pada perolehan…
Garda Media - Angka prevalensi hipertensi di Sumatera Utara yang mencapai lebih dari 30 persen berdasarkan data Riskesdas 2023 menjadi…
Garda Media, Medan - Universitas Sumatera Utara kini tengah bertransformasi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia setelah berhasil mempertahankan akreditasi Unggul…
Garda Media, Medan - Tahun 2024 menandai momentum bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, di mana serapan dana…
Garda Media - Data terbaru dari Unit Kesehatan Mahasiswa (UKM) menunjukkan bahwa angka kunjungan siswa yang melaporkan gejala kelelahan akademik…
Garda Media - Menyusuri jejak karya gemilang di tanah Sumatera, Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil membukukan setidaknya 157 penghargaan tingkat…
This website uses cookies.