Wali Kota Prabumulih Minta Maaf, Kepsek SMPN 1 Prabumulih Batal Dimutasi
Garda Media – Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Arlan, angkat bicara terkait kabar pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Kabar itu sempat menghebohkan publik karena disebut berkaitan dengan anaknya. Arlan menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.
Lewat unggahan di akun Instagram resminya, @cak.arlan_official, Selasa (16/9), Arlan membantah tuduhan bahwa Roni dimutasi karena menegur anaknya yang membawa mobil ke sekolah. Dalam video pernyataannya, Arlan terlihat didampingi Wakil Wali Kota Franky Nasri serta Inspektur Prabumulih Indra Bangsawan.
“Saya sebagai Wali Kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat Kota Prabumulih,” ujar Arlan.
“Baca Juga: Robert Redford Tutup Usia, Seorang Aktor, Sutradara, dan Legenda Perfilman Dunia”
Arlan menegaskan bahwa dirinya belum pernah memutasi Roni. Ia hanya menegur sang kepala sekolah terkait kasus lain yang menyangkut kenyamanan siswa di sekolah. Menurut Arlan, berita yang menyebut Roni sudah dipindahkan ke sekolah lain adalah hoaks.
“Saya baru menegur Pak Roni karena di sekolah itu ada kasus yang membuat anak-anak tidak betah. Kasus itu sudah mencuat di media massa. Saya hanya menegur agar jangan terulang lagi. Sementara guru yang bermasalah sudah dipindahkan,” kata Arlan.
Kabar yang menyebut anak Arlan membawa mobil ke sekolah dan ditegur Roni juga dibantah. Arlan menegaskan bahwa anaknya selalu diantar dan tidak pernah mengemudikan mobil sendiri.
“Berita soal anak saya itu hoaks. Anak saya tidak membawa mobil ke sekolah. Anak saya diantar. Dan kalau ini dianggap kesalahan, saya meminta maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, A Darmadi, sebelumnya sempat menyebut mutasi Roni dilakukan atas permintaan langsung wali kota. Menurut Darmadi, keputusan itu dipicu oleh tiga perkara yang berkembang di sekolah, yakni kasus chat mesum seorang guru, persoalan parkir berbayar yang membebani siswa, serta insiden terkait anak wali kota saat hujan deras.
Namun, pernyataan ini justru menambah simpang siur. Pasalnya, wali kota membantah keterlibatan anaknya dalam masalah sekolah tersebut.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, memilih tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyampaikan permintaan maaf singkat dan meminta agar persoalan ditanyakan langsung ke Dinas Pendidikan.
“Maaf, saya takut salah. Silakan ke Disdik saja,” kata Roni singkat.
Polemik ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan daerah. Klarifikasi yang diberikan Wali Kota Arlan diharapkan dapat meredam isu miring sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Prabumulih.
“Simak Juga: Mengapa Alergi Makanan Bisa Menghambat Tumbuh Kembang Anak? Begini Kata Dokter”
Informasi ini bersumber dari CNNIndonesia. Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Arlan, akhirnya angkat bicara terkait kabar pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Simak ulasan lengkapnya di GardaMedia.
|Penulis: Lukman Azhari
|Editor: Anna Hidayat
Garda Media, Medan - Tahun 2024 menandai momentum bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, di mana serapan dana…
Garda Media - Data terbaru dari Unit Kesehatan Mahasiswa (UKM) menunjukkan bahwa angka kunjungan siswa yang melaporkan gejala kelelahan akademik…
Garda Media - Menyusuri jejak karya gemilang di tanah Sumatera, Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil membukukan setidaknya 157 penghargaan tingkat…
Garda Media, Medan - Tren pendaftaran beasiswa di Universitas Sumatera Utara menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 25% pada tahun ajaran 2023/2024…
Garda Media - Data internal yang berhasil kami rangkum menunjukkan fenomena menarik di lingkungan Universitas Sumatera Utara, di mana mahasiswa…
Gardamedia USU - Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) kembali menorehkan catatan penting dalam peta inovasi kesehatan nasional. Di…
This website uses cookies.