Rektor USU Diperiksa KPK, Mahasiswa Tuntut Mundur dan Kritik Pembungkaman Suara
Garda Media – Rektor USU, Muryanto Amin, kembali menjadi sorotan setelah diperiksa KPK terkait dugaan keterlibatan dalam proyek jalan di Sumatera Utara. Pemeriksaan ini menambah panjang daftar kontroversi kepemimpinannya yang dinilai sarat masalah, mulai dari dugaan penyalahgunaan kewenangan hingga gaya kepemimpinan yang dianggap otoriter.
Menanggapi pemeriksaan tersebut, sejumlah organisasi mahasiswa mendesak Muryanto segera mundur dari jabatannya. Menurut mereka, USU sebagai salah satu kampus besar di Indonesia seharusnya dipimpin sosok yang bersih, berintegritas, dan bebas dari kasus hukum.
“Simak Juga: Sri Mulyani Jelaskan Pajak Layaknya Zakat, Rezeki Harus Dibagi”
“USU sebagai kampus besar seharusnya dipimpin sosok yang kredibel. Jika rektor diperiksa KPK, maka demi menjaga marwah universitas, ia harus legowo mundur,” ujar Jalaluddin Pulungan, Ketua Umum PMII USU sekaligus Koordinator Aksi, Minggu (17/8).
Desakan ini juga diperkuat oleh sejumlah aliansi mahasiswa lainnya yang menilai bahwa keberadaan rektor USU dengan kasus hukum dapat merusak reputasi akademik universitas di mata publik maupun dunia pendidikan.
Selain menuntut mundurnya rektor, mahasiswa juga menyoroti praktik pembungkaman aspirasi yang terjadi di lingkungan kampus. PMII USU mengaku dihalangi aparat keamanan internal ketika hendak menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi. Mahasiswa hanya diperbolehkan berfoto tanpa boleh melakukan orasi atau membentangkan poster.
“Ini jelas bentuk perintangan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Padahal menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang,” tegas Jalaluddin.
Mahasiswa menilai dua persoalan tersebut, pemeriksaan rektor oleh KPK dan pembungkaman suara kritis, menjadi bukti wajah otoritarianisme di USU. Mereka khawatir, jika dibiarkan, hal ini akan menciptakan iklim akademik yang represif. Ini di mana mahasiswa enggan bersuara karena takut mendapat tekanan.
“Jika rektor tetap bertahan, maka USU akan semakin kehilangan kredibilitas. Kami mendesak Muryanto Amin mundur demi menjaga integritas institusi,” pungkas Jalaluddin.
Selain itu, mahasiswa juga menyerukan agar senat universitas dan pihak kementerian terkait turun tangan menanggapi situasi ini. Mereka berharap langkah tegas segera diambil agar USU kembali menjadi ruang akademik yang sehat dan demokratis. Selain itu, juga bebas dari praktik yang merugikan mahasiswa maupun civitas akademika.
“Baca Juga: Ngupil Terlalu Sering? Ahli Sebut Bisa Tingkatkan Risiko Demensia”
Gardamedia USU - Aktivitas kampus yang padat di USU Medan memunculkan beberapa isu kesehatan mahasiswa kampus yang menjadi perhatian penting…
Garda Media - inovasi riset unggulan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kini menarik perhatian publik karena mampu menghadirkan solusi inovatif…
Garda Media - Aktivitas mahasiswa yang jadi pusat perhatian di kampus USU Medan kini memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kualitas…
Garda Media - Rindu kampus usu medan kerap melanda para mahasiswa saat masa liburan tiba. Suasana kampus yang penuh aktivitas,…
Gardamedia USU - Update berita kampus usu selalu menjadi perhatian banyak mahasiswa dan masyarakat sekitar Medan karena berbagai informasi seputar…
Garda Media - Inovasi mahasiswa usu medan sukses menunjukkan keunggulan mereka dengan meraih prestasi gemilang pada berbagai kompetisi di kancah…
This website uses cookies.